Senin, 08 Oktober 2018

JATUH MISKIN KARENA CACAT FISIK


J𝐀𝐆𝐀 𝐃𝐀𝐍 𝐒𝐀𝐘𝐀𝐍𝐆𝐈𝐋𝐀𝐇 𝐓𝐔𝐁𝐔𝐇 𝐊𝐈𝐓𝐀
Setiap jengkal tubuh kita memiliki nilai yang tak terhingga.Jangan hanya karena kecerobohan dan kebodohan serta kelalaian mengakibatkan hilangnya atau tidak berfungsinya organ vital tubuh kita.
𝐂𝐚𝐜𝐚𝐭 𝐅𝐢𝐬𝐢𝐤 (𝑷𝒉𝒚𝒔𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒃𝒊𝒍𝒊𝒕𝒚)
Ketidakmampuan seseorang untuk menggerakan tubuhnya dalam melakukan suatu kegiatan atau aktifitas yang dikarenakan tidak berfungsinya bagian organ tubuh tertentu.
Beperapa faktor penyebabnya antara lain sbb :
- 𝙆𝙚𝙘𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙡𝙞𝙣𝙩𝙖𝙨
- 𝙆𝙚𝙘𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖
- 𝙋𝙚𝙧𝙠𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙚𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣
- 𝙊𝙡𝙖𝙝 𝙧𝙖𝙜𝙖 𝙛𝙞𝙨𝙞𝙠
- 𝙊𝙗𝙖𝙩 𝙤𝙗𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙚𝙣𝙩𝙪
- 𝘽𝙖𝙬𝙖𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧
- 𝙙𝙡𝙡
Orang yang mengalami kondisi seperti ini akan berisko terhadap hilangnya pendapatan dan menyebabkan orang tersebut jatuh miskin, dikarenakan ketidak mampuan secara financial.

𝑩𝒆𝒓𝒔𝒚𝒖𝒌𝒖𝒓𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒉𝒊𝒓 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒐𝒏𝒅𝒊𝒔𝒊 𝒇𝒊𝒔𝒊𝒌 𝒕𝒖𝒃𝒖𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒏𝒐𝒓𝒎𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊𝒂𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒍𝒊𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒀𝑴𝑬.

Salam,
𝐍67𝐊
https://www.facebook.com/sehatselaludanselalusehat/
"𝓢𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓼𝓮𝓱𝓪𝓽 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓭𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓼𝓮𝓱𝓪𝓽"

Minggu, 07 Oktober 2018

JATUH MISKIN AKIBAT HILANGNYA PENDAPATAN

JATUH MISKIN AKIBAT HILANGNYA PENDAPATAN BAGI PARA PEKERJA, PETANI, PEDAGANG DAN PEMILIK USAHA 

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hilangnya pendapatan seseorang

Faktor Internal
- Sakit
- Cacat
- Usia
- Pidana
- Malas
- Meninggal
- dll


Faktor Eksternal
- PHK
- Inflasi
- Kebakaran
- Kerusuhan
- Cuaca / Alam
- Hutang
- Melanggar Hukum
- dll.

Semua orang di dunia menginkan sehat dan umur panjang, sepertinya hal utama yang selalu diupayakan.
Manusia memiliki keterbatasan, tidak semuanya yang diinginkan akan dapat terwujud. Seperti kata pepatah , “Sepandai pandai Tupai melompat, pasti gagal juga“.
Kita sebagai manusia biasa tidak perlu kecewa dan menyesal serta menyalahkan diri jika sakit, karena seorang tabib, dokter dan ahli gizi pun bisa sakit.
Tetap semangat dalam menjaga kesehatan dan selalu mensyukuri nikmat sehat yang senantiasa di karuniakan Allah swt.
Alhamdulillah, dengan karunia kesehatan ini kita tidak kehilangan pendapatan dan menjadi jatuh miskin

“Semoga sehat selalu dan selalu sehat“.

Salam,

N67K

https://www.facebook.com/sehatselaludanselalusehat/

Selasa, 02 Oktober 2018

Asuransi Konvensional vs Asuransi Syariah


Asuransi Konvensional vs Asuransi Syariah

Dalam perkembangannya, asuransi syariah memiliki banyak keunggulan dan kelebihan jika dibandingkan dengan asuransi konvensional. Hal ini tentu saja membuat adanya perbedaan mendasar di antara kedua jenis asuransi tersebut.
Beberapa perbedaan yang terdapat di antara asuransi syariah dan asuransi konvensional secara umum

·         Pengelolaan Risiko
Dalam asuransi syariah, resiko dikelola secara bersama sama antara penanggung dan tertanggung, mereka saling membantu dan tolong menolong, saling menjamin dan bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana hibah (tabarru). Pengelolaan risiko yang dilakukan di dalam asuransi syariah menggunakan prinsip sharing of risk, di mana resiko ditanggung peserta dan perusahaan asuransi

Dalam asuransi konvensional berlaku sistem transfer of risk, di mana resiko dipindahkan atau dialihkan dari peserta (tertanggung) kepada pihak perusahaan asuransi (penaggung).

·         Pengelolaan Dana
Asuransi syariah melakukan pengelolaan dana secara transparan, dan berusaha untuk memberikan keutungan kepada peserta pemilik polis.

Asuransi konvensional memperhitungkan besaran premi yang akan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

·         Sistem Perjanjian
Asuransi syariah hanya digunakan akad hibah (tabarru) yang didasarkan pada sistem syariah dan dipastikan halal. Sedangkan di dalam asuransi konvensional akad yang dilakukan cenderung sama dengan perjanjian jual beli.

·         Kepemilikan Dana
Dalam asuransi syariah dana asuransi tersebut adalah milik bersama (semua peserta asuransi), di mana perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana saja.

Pada asuransi konvensional kepemilikan dana menjadi milik perusahaan atas premi yang sudah dibayarkan dan perusahaan memiliki kewenagan dalam pengelolaan dana..

·         Pembagian Keuntungan
Di dalam asuransi syariah, semua keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan terkait dengan dana asuransi, akan dibagikan kepada semua peserta asuransi, namun pada asuransi konvensional menjadi milik sepenuhnya perusahaan.

·         Kewajiban Zakat
Perusahaan asuransi syariah mewajibkan pesertanya untuk membayar zakat yang jumlahnya akan disesuaikan dengan besarnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Hal ini tidak berlaku di dalam asuransi konvensional.

·         Klaim dan Layanan
Di dalam asuransi syariah, peserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit untuk semua anggota keluarga. Di sini diterapkan sistem penggunaan kartu (cashless) dan membayar semua tagihan yang timbul.

Satu polis asuransi digunakan untuk semua anggota keluarga, sehingga premi yang dikenakan oleh asuransi syariah juga akan lebih ringan. Hal ini tidak berlaku dalam asuransi konvensional, di mana setiap orang akan memiliki polis sendiri dan premi yang dikenakan tentu akan lebih tinggi.

Asuransi syariah juga memungkinkan kita untuk bisa melakukan double claim, sehingga kita akan tetap mendapatkan klaim yang kita ajukan meskipun kita telah mendapatkannya melalui asuransi kita yang lain.

·         Pengawasan
Di dalam asuransi syariah, pengawasan dilakukan secara ketat dan dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan diberi tugas untuk mengawasi segala bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya.
·         Di setiap lembaga keuangan syariah, wajib ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas sebagai pengawas. DPS ini merupakan perwakilan dari DSN yang bertugas memastikan lembaga tersebut telah menerapkan prinsip syariah secara benar.
·        
DSN inilah yang kemudian bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap segala bentuk operasional yang dijalankan di dalam asuransi syariah, termasuk menimbang segala sesuatu bentuk harta yang diasuransikan oleh peserta asuransi, di mana hal tersebut haruslah bersifat halal dan lepas dari unsur haram. Hal ini akan dilihat dari asal dan sumber harta tersebut serta manfaat yang dihasilkan olehnya.

Berbeda halnya dengan asuransi konvensional, di mana asal dari objek yang diasuransikan tidaklah menjadi sebuah masalah, karena yang dilihat oleh perusahaan asuransi konvensional  adalah nilai dan premi yang akan ditetapkan dalam perjanjian asuransi tersebut.

·         Instrumen Investasi
Di dalam asuransi syariah, investasi tidak bisa dilakukan pada berbagai kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah dan mengandung unsur haram dalam kegiatannya. Yang termasuk dalam kegiatan ini adalah:
1.    Perjudian dan permainan yang tergolong ke dalam judi. Perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain: perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa, dan perdagangan dengan penawaran atau permintaan palsu. Jasa keuangan ribawi, antara lain: bank berbasis bunga, dan perusahaan pembiayaan berbasis bunga. Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan  atau judi (maisir).
2.    Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan berbagai barang, seperti: barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI. Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).
Ketentuan seperti ini tentu saja tidak berlaku di dalam asuransi konvensional, karena pada dasarnya di dalam asuransi konvensional perusahaan akan melakukan berbagai macam investasi dalam berbagai instrumen yang ditujukan untuk mendatangkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan.
Hal ini bisa dilakukan tanpa menggunakan/mempertimbangkan haram atau tidaknya instrumen investasi yang dipilih, karena pada dasarnya di dalam asuransi konvensional dana yang dilekola adalah benar-benar dana milik perusahaan dan bukan milik pemegang polis asuransi, dengan begitu perusahaan memiliki kewenangan penuh dalam penggunaan dana tersebut, termasuk dalam memilih jenis investasi yang akan digunakan.
·         Dana Hangus
Di dalam beberapa jenis asuransi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi konvensional, kita mengenal istilah “dana hangus” yang mana hal ini terjadi pada asuransi yang tidak diklaim (misalnya asuransi jiwa yang pemegang polisnya tidak meninggal dunia hingga masa pertanggungan berakhir). Namun hal seperti ini tidak berlaku di dalam asuransi syariah, karena dana tetap bisa diambil meskipun ada sebagian kecil yang diikhlaskan sebagai dana tabarru.


Pada dasarnya asuransi syariah dan konvensional memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, di mana kita sebagai calon pengguna wajib memahami dan bisa mempertimbangkan dengan baik asuransi mana yang paling tepat untuk kita gunakan. Sesuaikan kebutuhan kita dengan jenis asuransi yang kita gunakan, dengan begitu kita bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal atas penggunaan tersebut.


6. Organ vital tubuh yang harus kita jaga


Jangan menunggu sampai organ vital tubuh mengalami kerusakan, karena sangat bebahaya bagi keselamatan jiwa dan sulit untuk diobati.

Beberapa organ tubuh vital yang perlu diperhatikan kesehatannya dengan baik sejak dini.

1.Otak
Dengan bertambahnya usia daya kerja otak akan semakin berkurang dan akan mengalami kemunduran. Otak membutuhkan stimulasi atau olahraga agar dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Lakukan berbagai macam aktivitas, seperti membaca,melakukan hal-hal baru untuk melatih otak agar dapat berjalan dengan baik. Otak perlu diberikan nutrisi dengan baik, seperti vitamin, mineral bahkan antioksidan, dll. Semua hal tersebut akan Anda dapatkan dari mengkonsumsi kacang-kacangan, ikan, dll.

2.Jantung
Untuk dapat menjaga kesehatan jantung maka perlu melakukan olahraga yang dapat memacu kerja jantung secara stimultan, seperti lari dan juga berenang. Dengan melakukan olah raga tersebut akan membuat jantung bekerja memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.

3.Paru-paru
Merokok salah satu hal yang dapat merusak paru-paru. Sebaiknya hindari kebiasaan merokok atau  asap rokok.
Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat, karena itu akan sedikit mengganggu kinerja paru-paru. Sebaiknya lakukan olah raga yang teratur di pagi hari. Untuk menjaga paru paru dengan baik, sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D, E dan minyak ikan.

4.Ginjal
Banyak makanan dan minuman akan mempengaruhi kineja ginjal, karena mengandung zat-zat berbahaya yang dapat tidak dapat dicerna atau dinetralisir oleh ginjal, erlebih jika mengkosumsi obat yang rutin dan berlebihan. Minun air putih yang cukup (2 liter per hari) dan berolah raga secara teratur.

5.Pankreas
Pankreas berfungsi untuk melepaskan enzim yang dapat memecahkan molekular dalam makanan dan memisahkannya berdasarkan kebutuhan tubuh.Hindari mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung kadar gula dan lemak, karena akan membuat pankreas tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Berolah raga akan membantu membakar kelebihan gula dan lemak galam tubuh.

6.Hati (liver)
Hati adalah salah satu organ vital tubuh yang berfungsi untuk menghancurkan atau menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Hindari mengkonsumsi bahan makanan yang terlalu banyak mengandung
Untuk mencegah terjadi sesuatu terhadap organ ini sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan yang  banyak mengandung mecin, zat pewarna, zat pemanis, pengawet atau zat sejenisnya, karena akan sangat merusak organ hati dan organ lainnya. Perbanyaklah mengkonsumsi zat besi, zat seng, atau antioksidan karena sangat baik bagi kesehatan organ hati.

Menghindari dan Meminimalisir Resiko Kesehatan di Usia Senja

Bagaimana cara memghindari atau meminimalisir resiko kesehatan dan keselamatan ?

Ada baiknya kita lebih dini mengidentifikasi kemungkinan resiko kesehatan yang akan terjadi.

Bagaimana cara mengendalikan resiko ?
Beberapa pemikiran dan analisa dalam pengendalian resiko.

-         Resiko tidak bisa diabaikan, karena dianggap merupakan hal yang diluar kendali seseorang, organisasi atau perusahaan (factor cuaca dan alam).
-         Menghindari resiko dari semua kegiatan atau aktivitas seseorang ataupun perusahaan dalam suatu proses produksi adalah tidak mungkin.
-         Resiko tidak bisa diabaikan, karena dianggap merupakan hal yang diluar kendali seseorang, organisasi atau perusahaan (factor cuaca dan alam).
-         Resiko tidak bisa dihidari atau diabaikan, karena cepat atau lambat resiko pasti akan datang.
-         Resiko harus dihadapi, dipahami, dikalkulasi dan dicarikan solusinya.


Bagi semua orang yang sudah  memiliki di atas 50 tahun, hendaknya segera melakukan antisipasi dan mengidentifikasi segala resiko yang mungkin dan pasti akan terjadi, terutama resiko kesehatan yang dapat mengakibatkan kematian.Ada baiknya untuk lebih dini mengetahui dan mengidentifikasi kemungkinan resiko kesehatan yang akan terjadi.


Beberapa resiko yang harus diketahui dan difahami

Mulailah dengan mengidentifikasi sejak dini bahaya yang mengancam resiko kesehatan.

Resiko Kesehatan Fisik karean faktor usia
-         Menurunnya daya berpikir (pikun)
-         Menurunnya pengelihatan (rabun)
-         Menurunnya pendengaran (tuli)
-         Menurunnya kemampuan seksual (loyo)
-         Pengeroposan pada tulang (osteoporosis)
-         Pengeroposan pada gigi (ompong)

Resiko pada organ tubuh vital
-         Otak
-         Jantung
-         Paru paru
-         Hati
-         Ginjal
-         Pankreas

Resiko Menderita Penyakit Berbahaya
-         HIV atau AIDS
-         Laukemia atau Kanker
-         Stroke
-         Tumor Otak
-         Jantung Koroner
-         Diabetes
-         Hipertensi

-          
Bagaimana cara mencegahnya ?

Baca : 6. Organ vital tubuh  yang harus kita jaga 

Senin, 01 Oktober 2018

Umur panjang akan banyak mengakibatkan resiko kesehatan


Umur panjang akan banyak mengakibatkan resiko kesehatan

Proses menua atau menjadi tua adalah suatu proses alami yang akan dialami setiap manusia di dunia, proses ini akan disertai dengan penurunann kondisi fisik, skologis ataupun sosial.Tidak ada seorang pun yang dapat mencegah atau menghindari proses ini.
Resiko yang biasanya  mengancam orang  di usia senja adalah mengalami cacat fisik atau menderita penyakit kritis, seperti Jantung, diabetes, darah tinggi dan beberpa penyakit lainnya.

Beberapa resiko kesehatan  orang yang berusia di atas 65 th

-         - Penurunan Fisik
-         - Penurunan Pengelihatan (rabun)
-         - Penurunan pendenganran (tuli)
-         - Penurunan Kemampuan Seksual
-         - Penurunan Memori (pikun)
-         - Rambut yang memutih (uban)
-         - Kulit yang mengeriput (kisut/peot)
-         - Postur tubuh membungkuk
-         - Gigi yang rontok (ompong)
-         - Tulang yang mengeropos
-         - Kesepian ditinggal anak2 yang telah berkeluarga
-         - Susah berjalan karena otot dan syaraf kaku
-         - Menurunnya kemampuan financial
-         - Rasa kekhawatiran akan kematian

Semua resiko tersebut di atas tidak mungkin tuk dihindari, kita hanya bisa meminimalkannya.


Bagaimanakah cara untuk meminimalkan resiko menghadapi usia senja , bila tidak di dukung dengan kemampuan financial ?

https://www.facebook.com/sehatselaludanselalusehat/